Diberitakan oleh VIVAnews.com pada Kamis, 25 Agustus
2011, Staf Khusus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Silmy Karim
memprediksi awal tahun 2012, harga emas akan mengalami penurunan dan cenderung
stabil. Walaupun harga emas dalam tiga bulan ke depan fluktuatif, namun di awal
tahun Silmy yakin, harga emas akan mengalami penurunan.
Emas terutama logam mulia adalah salah satu instrumen
investasi yang saat ini dianggap paling aman. Biasanya saat ekonomi riil sedang
tidak stabil, maka investor akan mencari alternatif instrumen investasi yaitu,
emas. "Akibatnya kan harga emas naik, karena demand-nya naik. Nanti
dia akan turun setelah duit-duit itu kembali ke sektor riil, sekarang pasar
masih panik."
Sekitar tiga bulan kedepan, masih terjadi gejolak
ekonomi internasional akibat pasar investasi Eropa yang belum stabil. Di
Amerika juga para investor masih menunggu kebijakan-kebijakan stimulus baru. Selama
pasar investasi Eropa masih bergejolak, kebijakan stimulus AS juga belum
muncul. Atau muncul tapi tidak memuaskan maka gejolak itu akan terus dan kita
harus mewaspadainya sampai akhir tahun.
Sementara itu, di PT Aneka Tambang Tbk, Unit Bisnis
Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia per 25 Agustus 2011, pukul 07.33 WIB,
harga logam mulia ukuran satu gram dijual Rp534 ribu dan dua gram Rp513 ribu
per gram. Untuk ukuran 2,5 gram dijual Rp508 ribu per gram, tiga gram Rp506
ribu per gram, dan lima gram Rp502,5 ribu per gram.
Kemudian untuk ukuran 10 gram dijual Rp498,5 ribu per
gram, 50 gram Rp493,94 per gram, 100 gram Rp493,24 per gram, dan satu kilogram
(standar) dijual dengan harga Rp492 ribu per gram. Sedangkan untuk pembelian
kembali, Antam mematok harga Rp477 ribu per gram.
Padahal
sebelumnya, di pasar emas Blok M, harga logam mulia per 23 Agustus 2011, untuk
ukuran 100 gram dijual dengan harga Rp540 ribu per gram, 50 gram Rp545 ribu per
gram, 25 gram Rp550 ribu per gram, 10 gram Rp555 ribu per gram, dan ukuran lima
gram dijual Rp560 ribu per gram. 